BERIKUT BAHAN UNTUK MEMBUAT TAS WATERPROOF

Mungkin kamu sering menjumpai orang yang menggunakan tas yang transparan dan juga tahan dengan air. Untuk sebagian pastinya sudah tidak asing lagi dengan jenis tas yang satu ini. saat ini sudah ada banyak kain anti air yang bisa digunakan untuk membuat bahan pakaian mulai dari jaket, mantel bahkan sampai jas. Kain anti air ini memang berbeda dengan jenis kain yang lainnya. Kain ini sudah memiliki kemampuan yang baik untuk menahan air yang masuk ke lapisan dalam pakaian. Dengan begitu saat hujan anda tidak akan kebasahan jika menggunakan jaket dengan bahan ini. Kualitas kain anti air yang bagus biasanya tidak pengap jika digunakan dan juga sudah memiliki sirkulasi udara yang sangat baik. Dengan begitu uap tubuh dari orang yang mengenakannya bisa keluar. Bahan kain anti air ini sudah bisa menangani dua tugas mulai dari mampu untuk menolak dan juga menahan kelembaban. Serta juga sudah menyediakan sirkulasi udara lengkap dengan uap air. 

jenis tas

Bahan Kain Anti Air

Kain anti air ini dikenal dengan kain Waterproof kain yang berasal dari industri tekstil untuk jenis bahan yang tahan dengan air. Jenis bahan ini juga memiliki sifat kerapatan yang sangat tinggi yang membuat kain ini kerap terhadap masuknya angin ke lapisan dalam kain. Bahan kain waterproof juga memiliki bahan water resistant yaitu bahan kain yang tidak sepenuhnya bisa air sampai batas yang tertentu. Bahan ini juga memiliki level di atasnya yaitu bahan water-repellent yang memiliki fitur Hydrophobic. Bahan ini adalah lapisan yang mampu membentuk air menjadi butiran yang mirip dengan air di atas daun. Bahan Hydrophobic ini juga mampu untuk meningkatkan kemampuan dari water resistant. Jika air mengenai permukaan nantinya dapat dikondisikan agar tidak diam pada posisi yang tertentu. Fitur yang seperti ini paling sering terdapat pada jaket, ridingware yang bisa mencegah meresapnya air ke dalam pori-pori kain. 

Proses Untuk Pembuatan Kain Anti Air

Untuk proses pembuatan kain anti air ini dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah proses laminasi dan juga coating. Proses coating ini memiliki jenis kain yang sintetis dengan kualitas yang tinggi adalah balon.  Dengan begitu kain akan memproses coating balon yang sering digunakan karena memiliki daya yang tahan dengan air atau waterproof yang sangat tinggi. Untuk lapisan coating yang lainnya memiliki sidat water resistant saja. 

Berikut ini adalah beberapa lapisan yang dimiliki oleh kain anti air.

  • Kain ini memiliki lapisan luar yang disebut dengan kain permukaan. Kain ini biasanya menggunakan kain berbahan nilon atau kain polyester. Lapisan luar ini sudah dirancang untuk melindungi dan juga menahan kain dari air dan juga tetap menjaga tampilan dari kain. Namun kain ini biasanya dilapisi oleh lapisan yang disebut dengan durable water repellent (DWR) untuk menahan air lebih lama lagi.

  • Coating atau membran laminasi ini biasanya dibuat dengan Teflon (ePTFE) atau dengan Polyurethane. Yang sudah dirancang untuk menahan air dan juga berfungsi untuk memungkinkan uap air dari dalam untuk keluar. Proses ini dilakukan dengan lubang mikroskop yang kecil supaya bisa dilewati oleh air nantinya. 

  • Kain ini juga memiliki jaring yang berlapis yang diikatkan pada bagian bawah dalam yang digunakan untuk membuat 3 lapis kain. Lapisan kain yang lain akan digunakan untuk menerima lapisan kain yang terpisah untuk melindungi membran yang sudah terbuka dan bisa menambah kenyamanan.